Persiapan Menghadapi Resesi Simpan Uang Biar Aman

 idnewsme.com - Banyak negara saat ini berada di ambang resesi, akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi ancaman tersebut jika pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2020 masih berada pada level negatif.

Persiapan Menghadapi Resesi Simpan Uang Biar Aman

Resesi memang menjadi perbincangan hangat belakangan ini. Ini karena sebagian besar dunia berada di ambang resesi dan tidak terkecuali Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian global. Baru-baru ini, Singapura dan Korea Selatan resmi memasuki ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal terakhir.

Indonesia dalam resesi. Jika capaian kuartal ketiga tahun depan 2020, dan perekonomian Indonesia tercatat negatif, maka Indonesia resmi berada di ambang resesi.

Agar tangguh dalam menghadapi resesi, salah satu item utama yang harus Anda miliki adalah dana darurat. Minimal yang bisa menutupi kebutuhan pokok untuk 3-6 bulan ke depan

Dengan semakin terdengarnya berita tentang resesi, tentu lebih baik kita menyikapinya dengan mempersiapkan diri terhadap kemungkinan Indonesia memasuki resesi. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga kemampuan finansial.

3 hal yang harus dilakukan untuk menghemat uang untuk memastikan

1. Simpan uang di bank

Bagian dari menyimpan uang sebagai dana darurat di bank tidak harus menjadi masalah besar, khawatir menggunakan uang untuk biaya penyusutan. Sisihkan hanya sepertiga dari total uang yang ingin Anda simpan sebagai dana darurat.

Jika perlu, pilih bank yang akan membebaskan Anda dari biaya administrasi bulanan. Saat ini, ada banyak bank yang menawarkan fasilitas ini. Berikut daftar beberapa bank yang tidak membebankan biaya pengelolaan bulanan:

  • Tabungan CIMB Niaga AirAsia
  • Bank Saham Mega
  • Tabungan BII Maybank Emas
  • BNI Syariah iB Hasanah
  • iB Optima menyimpan permata

Ada juga bank yang menyediakan tabungan berbunga yang bisa ditarik kapan saja. Seperti Flexi Saver Bank Jenius dari BTPN dan Maxi Savings dari digibank dari DBS.

2. Hemat uang di setoran

Mirip dengan menabung di bank, jumlah uang darurat di deposito berjangka hanya sepertiga dari total tabungan Anda. Jadi jika Anda memiliki dana terbatas, carilah layanan deposit yang memungkinkan Anda menghemat Rp. 1 juta dolar.

Beberapa bank yang memperbolehkan nasabahnya membuka tabungan mulai dari Rp 1 juta adalah BNI Syariah Deposito iB Hasanah, Bank Deposito Mandiri (via Mandiri Online) dan digibank dari DBS.

Setelah itu, hindari jangka waktu jatuh tempo yang terlalu lama, dan usahakan agar jangka waktu deposito tidak lebih dari 6 bulan.

3. Menyimpan uang dalam dana investasi di pasar uang

Memasukkan uang ke reksa dana pasar uang mungkin belum banyak diketahui masyarakat. Namun, alat tunggal ini sebenarnya memberikan keuntungan yang cukup signifikan dibandingkan dengan menabung di tabungan atau deposito. Reksa dana pasar uang dapat menawarkan pengembalian hingga 20% per tahun, sementara deposito berjangka berkisar antara 4% hingga 7%. Bahkan, penghematan di alat investasi ini bisa dimulai dari Rp. 10 ribu

Memulai investasi ini juga sangat mudah. Kini semuanya bisa diakses melalui handphone secara online. Beberapa aplikasi yang menawarkan layanan investasi ini adalah Bibit, Bareksa, dll.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memastikan pembiayaan tetap aman saat Indonesia memasuki resesi, sehingga kita bisa melewati masa krisis ekonomi ini.

1. Kelola pengeluaran agar lebih efisien 

Langkah pertama untuk menghemat uang pribadi adalah dengan meninjau pengeluaran bulanan Anda. Jadi Anda bisa tahu apa yang benar-benar dibutuhkan dan apa yang bisa ditinggalkan. Selanjutnya, lakukan penyesuaian anggaran untuk mengecualikan pengeluaran.

2. Lunasi hutang. 

Utang akan menimbulkan kekhawatiran ketika kondisi keuangan seseorang tiba-tiba berubah menjadi lebih buruk, karena resesi membuat perekonomian menjadi sangat tidak menentu. Selama Indonesia tidak terjerumus ke dalam resesi, dan jika keuangannya masih cukup baik untuk membayar utang, maka tanggung jawab itu akan dipikulnya. Melunasi utang sekarang akan membebaskan Anda dari stres di masa depan.

3. Cari pendapatan sekunder 

Pendapatan bisa turun tiba-tiba pada saat resesi, jadi penting untuk mencari pendapatan sekunder untuk memastikan kebugaran finansial. Anda harus lebih kreatif dan inovatif dalam hal ini. Bisa berupa mencari pekerjaan sampingan, menjalankan usaha kecil-kecilan, memiliki sumber pendapatan pasif, atau hal lainnya. Ini akan membantu Anda membangun kekuatan finansial dan lebih mempersiapkan diri untuk perubahan mendadak yang mungkin terjadi di tengah resesi.

4. Meningkatkan keterampilan 

Resesi telah menyebabkan lebih banyak pengangguran dan persaingan yang ketat di pasar tenaga kerja. Kekhawatiran tentang PHK menjulang saat ini. Jadi hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berinvestasi pada diri sendiri dengan meningkatkan keterampilan Anda. Perkaya resume Anda dengan memperluas basis pengetahuan Anda. Manfaatkan jejaring sosial seperti LinkedIn bagi orang-orang untuk melacak kemajuan mereka, memposting artikel opini atau memamerkan pekerjaan yang mereka lakukan, dan memelihara jaringan yang kuat dengan rekan-rekan mereka.

5. Mendirikan asuransi 

Jika Anda adalah kepala rumah tangga, Anda memiliki peran penting dalam melindungi anggota keluarga tercinta dengan asuransi. Baik itu asuransi kesehatan untuk menjamin pengobatan di masa depan atau asuransi jiwa untuk memberikan manfaat bagi keluarga Anda jika terjadi sesuatu yang tidak terduga pada Anda. Asuransi adalah cara untuk memastikan keamanan finansial keluarga Anda tetap kuat, stabil, dan sehat di masa depan. Memiliki dana darurat memang bagus, tapi itu tidak cukup, Anda bisa cepat kehabisan uang tanpa disadari.

Sumber Detik, kompas

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال