Jogja merupakan salah satu kota yang banyak menawarkan beragam tempat wisata baik wisata kuliner maupun wisata alam. Salah satu Destinasi wisata yang sedang populer saat ini adalah adalah Taman sari Jogja.
Taman Sari Jogja merupakan salah satu tempat wisata dengan konsep yang unik yaitu perpaduan antara arsitektur Jawa dan Portugis, sehingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun luar kota.
Taman sari Jogja merupakan bagian dari Bangunan Keraton Yogyakarta yang sudah tidak utuh lagi dan tidak di gunakan seperti dahulu. Namun keberadaan Taman sari Jogja ini masih banyak di kunjungi wisatawan lokal maupun luar kota yang ingin menikmati taman tua ini.
Lokasi Taman Sari Jogja
Penasaran ingin datang ke lokasi wisata Taman Sari Jogja, Anda bisa datang ke jalan Kompleks Taman Sari, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Lokasinya tidak jauh dari Keraton Yogyakarta Jaraknya hanya sekitar 1 km dekat dengan alun-alun selatan Yogyakarta
Rute Taman Sari Jogja
Jika akan keluar dari Malioboro, Anda bisa naik mobil dan menuju ke arah keraton atau alun-alun utara, lalu berjalan ke arah barat alun-alun. Selanjutnya anda akan menemukan perempatan pertama dan ambil jalur yang menuju ke kiri dan ikuti jalan tersebut hingga sampai di lokasi.
Nah, jika Anda tidak ingin diganggu, Anda juga bisa memarkir mobil Anda di tempat parkir istana. Lokasi parkir mobil ini berada di sebelah timur alun-alun. Kemudian, Anda hanya membayar biaya tunggu sebesar Rs. 10.000 rupiah. 15.000 saja.
Harga Tiket Masuk Taman Sari Jogjakarta
Untuk memasuki kawasan Taman Sari Jogja tentunya Anda harus membayar tiket. Lantas, berapa biaya untuk masuk ke tempat wisata ini? Harga tiket masuk ke tempat wisata ini sangat murah yaitu Rp. 5000 untuk turis lokal saja.
Sedangkan untuk turis asing, harga tiketnya Rp. 12.000. Namun, jika Anda ingin mengetahui informasi lengkap tentang kawasan wisata ini, Anda bisa menyewa pemandu wisata. Nah, untuk menyewa pemandu wisata, Anda bisa membayar antara Rs. 25.000 sampai dengan Rp. 30.000 saja.
Namun, pastikan juga bahwa pemandu yang Anda pilih berlisensi. Pasalnya, tidak sedikit pemandu wisata yang tidak memiliki izin di wisata tematik ini. Sehingga nantinya informasi yang didapat terkadang tidak sesuai dengan fakta sejarah yang ada.
Sejarah Mitos Taman Sari Jogja
Taman Sari Jogjakarta dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Bangunan ini dibangun sekitar tahun 1758 hingga 1765. Awalnya, taman ini bernama The Fragrant Garden dan memiliki luas 10 hektar.
Pada ruang lantai ini terdapat 57 bangunan termasuk bangunan, danau, pulau buatan, bak mandi dan juga lorong bawah tanah termasuk saluran air, jembatan gantung dan berbagai jenis bangunan.
Taman Sari digunakan secara efektif dari tahun 1765 hingga 1812. Konon bangunan ini merupakan sisa-sisa Wisma Garjitawati atau juga dikenal sebagai Istana Lama.
Garjitawati sendiri didirikan dan digunakan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat peristirahatan kereta kuda yang nantinya akan dipindahkan ke Imogiri. Tumenggung Prawirosentiko menanggung biaya pembangunan Taman Sari yang saat itu menjabat sebagai Bupati Madiun.
Sebagai bonus, semua penduduk Madison dibebaskan untuk membayar pajak. Pemimpin proyek pembangunan Taman Sari awalnya berada di tangan Tumenggung Mangundipuro. Dia mengundurkan diri di tengah jalan dan digantikan oleh Pangeran Notokusumu.
Sedangkan arsitek yang membangun gedung ini adalah seorang arsitek dari Portugal bernama Demang Tegis. Hal inilah yang membuat gaya arsitektur Taman Sari merupakan perpaduan antara bangunan bergaya Jawa dan Portugis.
Taman Sari adalah taman istana. Namun secara model bangunan, bangunan ini digunakan sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh.
Selain itu, fungsi terpadu bangunan ini juga dijadikan sebagai landmark dengan nilai bangunan yang tinggi dibandingkan dengan bangunan lainnya. Nah, kompleks Taman Sari sendiri terbagi menjadi empat jenis bagian.
Yang pertama adalah danau buatan di sebelah barat. Selain itu, ada juga Kolam Bendera Penagon yang terletak di sebelah selatan danau buatan. Ada juga Kolam Garjitawati dan juga Pasar Ledok Sari yang terletak di sebelah selatan.
Bangunan di sebelah timur danau buatan di sebelah timur dan tenggara merupakan bagian lain dari bangunan Taman Sari.
Destinasi Wisata Taman Sari
Taman ini awalnya merupakan taman yang indah. Namun, sebagian besar kompleks bangunan ini saat ini dalam kondisi sangat buruk. Beberapa dari bangunan bahkan tinggal reruntuhan.
Ada juga bangunan yang bertahan tinggal nama saja karena bangunan telah mengubah tampilan dan fungsinya. Nah, ada sisa kemegahan dan keindahan Taman Sari yang masih bisa dinikmati di sebelah barat daya kompleks Kedaton.
Daya Pesona Taman Sari Yogyakarta
Sama seperti tempat wisata lainnya, Taman Sari Jogjakarta juga memiliki pesona yang tidak dimiliki tempat wisata lainnya. Meski bentuk bangunannya saat ini tidak seindah dulu seperti saat masih beroperasi.
Namun, keajaiban yang ditawarkan tempat wisata ini tetap terpancar dengan cara yang sangat menyenangkan dan menawan. Terutama dari segi seni, keindahan dan keunikan bangunannya. Tak heran, gedung ini pun masih ramai dikunjungi pengunjung hingga saat ini.
Padahal, Taman Sari Jogja sama sekali belum menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi anak muda lho. Mengapa seperti ini? Karena Taman Sari menawarkan slot foto yang mudah dipasang di Instagram.
Hal ini tentu menarik perhatian anak muda yang sangat menggemari jejaring sosial. Mereka berlomba memberikan yang terbaik untuk mendapatkan pose Tamman Sari terindah.
Salah satu yang paling terkenal adalah bagian bangunannya. Meskipun terlihat tua dan usang dan tidak layak. Sebenarnya, inilah yang dicari banyak pengunjung. Mereka ingin mengabadikan setiap momen di sini dengan kamera favorit mereka.
Bagaimana? Tertarik untuk berlibur di Taman Sari Jogja? Ajak teman-temanmu untuk berlibur ke sini dan dapatkan foto-foto terbaiknya. Karena disini anda tidak akan menyesal karena selain wisata sejarah, anda juga bisa mencari semua yang anda inginkan.
Oh ya, satu lagi, Taman Sari Jogja juga merupakan tempat wisata yang sangat murah. Bahkan, Anda hanya perlu membayar tiket masuk senilai Hanya Rp. 5.000 dan Anda bisa langsung menikmati wisata ini sepuasnya.
